Copy Dokumen dari Gambar: Panduan Salin Teks Dari Gambar

Belajar cara copy dokumen dari gambar dengan cepat. Metode ini membantu salin teks dari gambar dan mengubah gambar menjadi teks secara instan.

Copy Dokumen dari Gambar: 7 Cara Cepat & Akurat

Pernah dong, dapat kiriman foto catatan penting dari teman, atau mungkin lagi baca buku tapi malas mengetik ulang kutipan panjang? Skenario lain: melihat slide presentasi dosen yang penuh teks, memotretnya, tapi sadar harus mengetik ulang semua isi slide itu ke laptop. Zaman dulu, kita pasti pasrah mengetik ulang kata per kata. Capek? Banget. Boros waktu? Jelas.

Untungnya, teknologi sekarang makin canggih. Aktivitas yang dulu bikin pegal itu sekarang bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Kuncinya ada di kemampuan copy dokumen dari gambar. Ya, gambar yang isinya teks itu bisa kita “sedot” tulisannya jadi teks digital yang bisa di-edit, di-copy, dan di-paste.

Proses ini, yang sering juga disebut Optical Character Recognition (OCR), sudah jadi kebutuhan sehari-hari. Baik untuk pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, sampai ibu rumah tangga yang mau simpan resep dari majalah. Artikel ini akan jadi panduan lengkap, kita akan kupas tuntas berbagai metode copy dokumen dari gambar, mulai dari yang paling gampang pakai HP sampai yang profesional di PC.

 

Kenapa Sih Kita Perlu Copy Dokumen dari Gambar?

Mungkin ada yang berpikir, “Ah, ketik manual saja sekalian olahraga jari.” Tapi kalau dokumennya puluhan lembar, ceritanya beda. Kebutuhan untuk copy dokumen dari gambar itu lebih dari sekadar malas. Ini soal efisiensi, produktivitas, dan bagaimana kita mengelola data di era digital.

Menghemat Waktu dan Tenaga (Efisiensi Gila!)

Bayangkan harus mengetik ulang satu bab buku atau notulensi rapat yang difoto. Bisa berjam-jam. Dengan teknologi copy dokumen dari gambar, pekerjaan itu selesai dalam hitungan menit, bahkan detik. Waktu yang tadinya habis untuk mengetik bisa dipakai buat hal lain yang lebih produktif, seperti menganalisis data atau lanjut belajar.

Ini juga jadi alternatif modern. Daripada repot mencari jasa ketik dokumen dari gambar yang butuh biaya dan waktu tunggu, kita bisa jadi “jasa” itu sendiri. Hasilnya instan, data aman di perangkat kita, dan gratis. Efisiensi adalah alasan nomor satu kenapa kemampuan ini wajib dikuasai.

Digitalisasi dan Pengarsipan Dokumen Fisik

Di rumah atau kantor, pasti banyak dokumen fisik lama. Ada ijazah, akta kelahiran, kuitansi penting, surat perjanjian, atau mungkin resep masakan warisan nenek. Dokumen fisik ini rentan rusak, hilang, atau pudar dimakan waktu. Memotretnya hanya menyimpan gambarnya, tapi tidak datanya.

Dengan copy dokumen darigambar, kita bisa mengubah arsip fisik itu jadi data digital yang searchable (bisa dicari). Mau cari kuitansi pembayaran listrik 6 bulan lalu? Tinggal search di komputer. Mau cari resep “Opor Ayam” dari puluhan foto resep? Ketik “Opor”, langsung ketemu. Ini adalah revolusi dalam pengarsipan pribadi.

Aksesibilitas Informasi yang Super Cepat

Kita hidup di dunia yang serba visual. Informasi ada di mana-mana: slide presentasi, infographic di media sosial, poster di jalan, menu di restoran, atau bahkan screenshot obrolan penting. Seringkali kita butuh mengambil inti informasi dari gambar-gambar itu.

Misalnya, menyimpan nomor telepon dari poster atau menyalin alamat dari screenshot Google Maps. Kemampuan copy dokumen dari gambar memungkinkan kita salin tulisan dari foto secara instan. Tidak perlu lagi bolak-balik lihat gambar lalu mengetik di aplikasi notes. Cukup point, scan, copy.

Memudahkan Proses Editing dan Kolaborasi

Skenario lain: Dosen memberi revisi di kertas HVS yang sudah dicetak. Kita foto kertas itu. Kalau harus mengetik ulang draf awal lalu memasukkan revisinya, repot sekali. Jauh lebih mudah jika kita copy dokumen dari gambar (foto draf tadi), dapatkan teks mentahnya, lalu langsung edit di Microsoft Word atau Google Docs.

Ini juga membantu kolaborasi. Tim kerja bisa mengirim foto halaman buku referensi, dan anggota lain bisa langsung ekstrak teks dari gambar itu untuk dimasukkan ke laporan tim. Proses kerja jadi lebih mulus dan cepat tanpa hambatan “mengetik ulang”.

 

Misteri di Balik Layar: Apa Itu Teknologi OCR?

Saat kita melakukan copy dokumen dari gambar, ada teknologi ajaib yang bekerja di belakangnya. Namanya adalah OCR, singkatan dari Optical Character Recognition. Secara sederhana, OCR adalah teknologi yang memungkinkan komputer atau software untuk “membaca” dan mengenali teks di dalam sebuah gambar.

Mengenal Cara Kerja OCR (Optical Character Recognition)

Jangan bayangkan ini sihir. OCR bekerja melalui beberapa tahapan sistematis. Saat kita memindai gambar, software OCR pertama-tama akan melakukan pra-pemrosesan. Gambar akan dibersihkan dari “noise” (bintik-bintik), diluruskan jika miring, dan diubah kontrasnya agar teksnya lebih jelas.

Setelah gambar “bersih”, software akan menganalisis tata letak. Ia akan memisahkan mana bagian teks, mana bagian gambar atau tabel. Kemudian, dimulailah proses inti: pengenalan karakter. Software akan memecah teks menjadi baris, kata, lalu huruf. Setiap pola huruf (misalnya bentuk ‘A’ atau ‘g’) dicocokkan dengan database huruf yang dimilikinya.

Dari Gambar Mentah Menjadi Teks Digital

Proses mengubah gambar menjadi teks ini ibarat komputer sedang mengeja. Setelah mengenali pola huruf, OCR akan merangkainya kembali menjadi kata dan kalimat. Hebatnya lagi, OCR modern sering dilengkapi dengan kamus dan analisis konteks.

Misalnya, jika software ragu antara “makan” atau “mokan” (karena huruf ‘a’ sedikit buram), ia akan mengecek kamus. Kata “makan” ada di kamus, sedangkan “mokan” tidak. Maka, software akan memutuskan output-nya adalah “makan”. Inilah yang membuat proses convert image to text zaman sekarang makin akurat.

Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Ekstrak Teks

Meskipun canggih, OCR bukan dewa. Keberhasilan proses ekstrak teks dari gambar sangat bergantung pada kualitas input. Jika gambar yang kita berikan buram, terlalu gelap, atau pencahayaannya tidak rata (ada bayangan), OCR akan kesulitan “membaca”.

Selain itu, jenis huruf sangat berpengaruh. Huruf cetak standar (seperti di buku atau koran) jauh lebih mudah dikenali daripada tulisan tangan yang unik dan bervariasi. Dokumen yang kusut atau miring juga akan menurunkan tingkat akurasi. Karena itu, kualitas foto awal adalah kunci utama kesuksesan.

 

Metode Paling Gampang: Copy Dokumen dari Gambar Pakai HP

Sekarang kita masuk ke bagian praktik. Kabar baiknya, alat paling canggih untuk copy dokumen dari gambar kemungkinan besar sudah ada di saku kita: smartphone. Hampir semua HP modern punya fitur ini, baik bawaan atau melalui aplikasi gratis.

Andalan Semua Umat: Google Lens (Android & iOS)

Ini adalah cara paling populer. Google Lens adalah “mata” Google yang bisa mengenali apa saja, termasuk teks. Cara pakainya gampang banget. Di kebanyakan HP Android, fitur ini sudah terintegrasi di aplikasi Kamera atau Google Photos.

Cara pakai di Google Photos:

  • Buka galeri foto (Google Photos).
  • Pilih foto yang ada tulisannya (bisa foto buku, nota, atau screenshot).
  • Di bagian bawah layar, ketuk tombol “Lens” (ikonnya seperti kamera kotak).
  • Google Lens akan otomatis menganalisis gambar. Teks yang terdeteksi akan di-highlight.
  • Ketuk “Teks”, lalu “Pilih semua” atau blok manual teks yang diinginkan, lalu “Salin teks”.

Cara pakai langsung dari Kamera (di beberapa HP):

  • Buka aplikasi Kamera.
  • Arahkan ke dokumen atau objek yang ada tulisannya.
  • Ketuk ikon Google Lens yang muncul di layar.
  • Pilih mode “Teks”, lalu foto.

Teks akan langsung terdeteksi dan siap untuk disalin.

Pengguna iPhone Wajib Tahu: Fitur Live Text (iOS)

Bagi pengguna iPhone (dengan iOS 15 ke atas), fitur ini adalah anugerah. Namanya “Live Text”. Ini terintegrasi langsung ke sistem, baik di Kamera, Foto, maupun Safari. Prosesnya sangat mulus untuk salin tulisan dari foto.

Cara pakai di Galeri Foto:

  • Buka aplikasi Foto.
  • Pilih gambar yang mengandung teks.
  • Perhatikan di pojok kanan bawah gambar, akan ada ikon “Live Text” (seperti teks dalam bingkai). Ketuk ikon itu.
  • Semua teks di gambar akan di-highlight.
  • Sekarang, kita bisa tap dan drag untuk memilih teks, lalu copy, sama seperti menyalin teks biasa.

Cara pakai di Kamera:

  • Buka Kamera.
  • Arahkan ke dokumen.
  • Kamera akan otomatis mendeteksi teks dan memunculkan bingkai kuning serta ikon Live Text.
  • Ketuk ikon Live Text, dan kita bisa langsung berinteraksi dengan teks itu (menyalin, menelepon nomor, membuka alamat).

Si Jagoan Kantor: Microsoft Lens (Office Integrated)

Kalau kebutuhan kita lebih sering untuk urusan kerja atau kuliah, Microsoft Lens (sebelumnya Office Lens) adalah pilihan keren. Aplikasi gratis ini didesain untuk jadi pemindai portabel. Kelebihannya adalah integrasi yang erat dengan ekosistem Microsoft (Word, OneNote, PowerPoint).

Saat kita memindai dokumen, Microsoft Lens tidak hanya melakukan copy dokumen dari gambar. Ia bisa “membersihkan” gambar (membuatnya seperti hasil scan), meluruskan sudut, dan yang paling penting: mengekspor hasilnya. Kita bisa simpan sebagai PDF, atau langsung convert image to text dan menyimpannya sebagai file Word (.docx) yang bisa diedit.

Aplikasi Pihak Ketiga (Adobe Scan, CamScanner)

Selain tiga raksasa tadi, ada banyak aplikasi pihak ketiga yang fokus pada pemindaian dan OCR. Adobe Scan, misalnya, dikenal dengan kualitas pemindaian PDF yang sangat bersih dan OCR yang akurat. CamScanner juga sangat populer, meskipun beberapa fitur terbaiknya mungkin memerlukan langganan berbayar.

Aplikasi-aplikasi ini biasanya menawarkan fitur lebih, seperti batch scanning (memindai banyak halaman sekaligus), menambah tanda tangan digital, atau opsi ekspor yang lebih beragam.

 

Cara Copy Dokumen dari Gambar di PC atau Laptop

Bagaimana jika file gambar (JPG, PNG) atau PDF hasil scan sudah ada di laptop? Tentu kita tidak perlu memindahkannya dulu ke HP. Ada banyak cara super efektif untuk melakukan copy dokumen dari gambar langsung di desktop.

Trik Rahasia Google Drive dan Google Docs (Gratis!)

Ini adalah “life hack” yang banyak orang belum tahu. Google Drive punya fitur OCR bawaan yang sangat kuat, dan tersembunyi di dalam Google Docs. Ini sangat efektif untuk ekstrak teks dari gambar atau bahkan PDF yang “terkunci” (berbasis gambar).

Caranya begini:

  • Buka Google Drive di browser.
  • Upload file gambar (JPG, PNG) atau PDF yang berisi teks.
  • Setelah ter-upload, cari file tersebut di Drive.
  • Klik kanan pada file itu.
  • Pilih “Buka dengan” (Open with) -> “Google Dokumen” (Google Docs).
  • Tunggu beberapa detik. Google akan memproses file tersebut.

Google Docs akan membuka dokumen baru. Di halaman pertama, akan ada gambar asli kita. Di bawahnya, voila!, semua teks dari gambar itu sudah diekstrak dan siap di-edit.

Metode ini sangat kuat, tapi mungkin tata letak (layout) aslinya bisa sedikit berantakan jika dokumennya kompleks. Namun untuk teks lurus (seperti halaman buku), akurasinya sangat tinggi.

Ekstrak Teks dari Gambar Menggunakan Microsoft OneNote

Pengguna Microsoft Office juga punya senjata rahasia: OneNote. Aplikasi catatan digital ini punya fitur OCR sederhana namun efektif. Ini sangat berguna jika kita sering salin dokumen dari screenshot dan menyimpannya di catatan.

Caranya:

  • Buka OneNote (versi Desktop/Windows 10/Mac).
  • Buat catatan baru atau buka yang sudah ada.
  • Drag-and-drop atau Insert -> Picture untuk memasukkan gambar yang berisi teks.
  • Setelah gambar masuk ke halaman OneNote, klik kanan pada gambar tersebut.
  • Pilih menu “Copy Text from Picture” (Salin Teks dari Gambar).
  • Tunggu sesaat. Teksnya kini sudah ada di clipboard.
  • Klik di mana saja di halaman catatan (atau di Word/Notepad) lalu “Paste” (Ctrl+V). Teksnya akan muncul.

Fitur Bawaan OS (Windows Snipping Tool & Mac Preview)

Sistem operasi modern juga mulai sadar kebutuhan ini. Di Windows 11 terbaru, aplikasi Snipping Tool (alat screenshot) kini punya tombol “Text Actions”. Setelah mengambil screenshot, kita bisa klik tombol itu untuk salin dokumen dari screenshot secara instan.

Di macOS (Monterey ke atas), fitur Live Text yang ada di iPhone juga hadir di desktop. Kita bisa membuka gambar di aplikasi “Preview” bawaan, lalu kursor akan otomatis berubah jadi text cursor saat diarahkan ke tulisan. Kita bisa langsung highlight dan copy teks dari gambar apa saja.

Software OCR Profesional (Adobe Acrobat Pro, ABBYY)

Jika pekerjaan kita sehari-hari adalah mengurus arsip digital, atau butuh hasil copy dokumen dari gambar yang presisi dengan format tabel yang terjaga, saatnya melirik software profesional. Adobe Acrobat Pro adalah standar industri untuk mengelola PDF.

Fitur “Recognize Text” di Acrobat bisa mengubah seluruh dokumen PDF hasil scan (yang aslinya hanya gambar) menjadi PDF yang searchable dan teksnya bisa disalin. ABBYY FineReader adalah software lain yang didedikasikan murni untuk OCR dengan akurasi yang sangat tinggi, bahkan untuk tata letak yang rumit. Tentu, solusi ini berbayar, tapi sepadan untuk kebutuhan profesional.

 

Solusi Instan: Website untuk Mengubah Gambar Menjadi Teks

Bagaimana jika kita sedang pakai komputer teman atau di warnet dan tidak bisa instal software? Solusinya adalah menggunakan alat online. Ada banyak sekali website yang menawarkan layanan convert image to text secara gratis.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Alat Online

Kelebihan utamanya jelas: praktis. Kita tidak perlu instal apa-apa. Cukup buka browser, upload gambar, klik “Convert”, dan hasilnya langsung keluar. Banyak dari website ini juga mendukung berbagai format input (JPG, PNG, BMP, bahkan PDF) dan berbagai bahasa.

Namun, ada kekurangannya. Yang paling utama adalah privasi dan keamanan. Saat kita upload dokumen, kita menyerahkan data itu ke server milik orang lain. Jika dokumen itu bersifat rahasia (KTP, surat perjanjian, data keuangan), menggunakan alat online gratis sangat tidak disarankan. Selain itu, versi gratis biasanya punya batasan, seperti ukuran file, jumlah halaman, atau diganggu iklan.

Cara Kerja Umum Web “Convert Image to Text”

Cara kerjanya mirip. Kita mengunjungi situsnya, lalu ada kotak untuk upload file. Setelah file di-upload, kita pilih bahasa teks di dalam gambar (misalnya Indonesia atau Inggris). Langkah ini penting agar engine OCR mereka bisa menebak kata dengan lebih akurat.

Setelah klik tombol proses (bisa bernama “Convert”, “Submit”, atau “Extract Text”), website itu akan menjalankan proses OCR di server mereka. Dalam beberapa detik, hasilnya akan ditampilkan di layar, biasanya dalam sebuah kotak teks. Dari situ, kita bisa langsung salin teks dari gambar yang sudah diproses tadi ke clipboard.

 

Tips Jitu Agar Hasil Copy Dokumen dari Gambar Maksimal

Seperti yang sudah disinggung, akurasi copy dokumen dari gambar sangat bergantung pada kualitas input. Mau pakai software semahal apapun, kalau gambarnya jelek, hasilnya akan “hancur”. Jadi, ikuti tips ini saat mengambil foto dokumen.

Kualitas Gambar adalah Raja (Pencahayaan & Fokus)

Ini syarat mutlak. Pastikan dokumen yang difoto mendapat pencahayaan yang cukup dan merata. Jangan memotret di tempat gelap. Hindari penggunaan flash HP jika memungkinkan, karena seringkali membuat bagian tengah terlalu terang (silau) dan pinggirnya gelap. Cahaya alami di dekat jendela adalah yang terbaik.

Paling penting: FOKUS. Pastikan kamera HP sudah fokus dengan benar sehingga teksnya tajam. Gambar yang sedikit saja blur atau goyang akan membuat software OCR bingung dan menghasilkan banyak kesalahan eja.

Perhatikan Posisi dan Sudut Pengambilan Gambar

Jangan memotret dokumen dari sudut miring (misalnya sambil duduk dan buku di meja). Ini akan membuat teks mengalami distorsi perspektif (bagian atas lebih kecil dari bagian bawah). Software OCR akan kesulitan membacanya.

Selalu usahakan memotret lurus tegak lurus dari atas. Posisikan HP sejajar dengan dokumen. Pastikan seluruh halaman masuk ke dalam frame. Jika dokumennya kusut atau terlipat, ratakan dulu sebisa mungkin.

Kenali Batasan: Font Cetak vs Tulisan Tangan

Teknologi OCR paling jago membaca huruf cetak standar (font seperti Times New Roman, Arial, Calibri) yang ada di buku, majalah, atau surat resmi. Hasil mengubah gambar menjadi teks dari sumber ini biasanya punya akurasi di atas 95%.

Tantangan terbesar adalah tulisan tangan. Meskipun OCR modern sudah makin pintar mengenali tulisan tangan, hasilnya masih jauh dari sempurna, apalagi jika tulisannya unik atau tidak konsisten (baca: tulisan “dokter”). Jika berhadapan dengan tulisan tangan yang rumit, bersiaplah untuk melakukan banyak koreksi manual.

Wajib Koreksi (Proofreading) Setelah Konversi

Ini langkah yang sering dilupakan. Jangan pernah anggap hasil ekstrak teks dari gambar itu 100% sempurna. Selalu, ulangi, selalu baca ulang dan koreksi hasilnya. Kesalahan paling umum terjadi pada karakter yang bentuknya mirip.

Misalnya, huruf ‘O’ (kapital) sering tertukar dengan angka ‘0’. Huruf ‘I’ (kapital) tertukar dengan ‘l’ (L kecil) atau angka ‘1’. Tanda baca seperti titik dan koma juga sering salah deteksi. Melakukan proofreading singkat jauh lebih cepat daripada mengetik ulang dari awal.

 

Kapan Sebaiknya Memakai Jasa Ketik Dokumen dari Gambar?

Meskipun teknologi OCR sudah sangat membantu, ada kalanya kita harus “lempar handuk” dan mengakui bahwa cara manual lebih baik. Di sinilah peran jasa ketik dokumen dari gambar masih relevan. Kapan kita membutuhkannya?

Saat Dokumen Terlalu Rumit (Tabel atau Layout Kompleks)

Jika kita memindai halaman laporan keuangan dengan banyak tabel, kolom, dan sub-kolom yang rumit, OCR seringkali gagal mempertahankan formatnya. Hasil ekstraksinya mungkin hanya tumpukan teks dan angka yang tidak beraturan.

Daripada pusing merapikan ulang tata letaknya, menggunakan jasa ketik dokumen dari gambar profesional mungkin lebih efisien. Mereka bisa merekonstruksi tabel dan format kompleks itu secara manual di Excel atau Word dengan presisi.

Berhadapan dengan Tulisan Tangan yang Sulit Dibaca

Seperti dibahas tadi, tulisan tangan adalah kelemahan OCR. Jika kita punya setumpuk kuesioner yang diisi manual dengan tulisan tangan berbeda-beda, atau catatan rapat lama yang tulisannya keriting, OCR akan menghasilkan lebih banyak “sampah” teks daripada informasi.

Mata dan otak manusia masih jadi “OCR” terbaik untuk menginterpretasi tulisan tangan yang unik. Jasa ketik manual lebih bisa diandalkan untuk kasus seperti ini demi menjaga akurasi data.

Jika Kualitas Gambar Sangat Buruk (Rusak, Kuno, Buram)

Kadang kita harus bekerja dengan dokumen warisan yang sudah sangat tua, robek, pudar, atau berjamur. Atau mungkin, file foto yang kita punya adalah hasil copy dari copy yang resolusinya sangat rendah dan pecah.

Jika gambar sumbernya sudah sangat buruk, OCR tidak akan bisa berbuat banyak. Di titik ini, hanya mata manusia yang sabar yang bisa mencoba menguraikan teks di gambar tersebut kata per kata.

 

Prompt ChatGPT Untuk Copy Dokumen Dari Gambar

Kemampuan untuk copy dokumen dari gambar bukan lagi trik sulap, tapi sudah jadi skill dasar di era digital. Dari yang awalnya repot mengetik ulang berjam-jam, kini kita bisa salin teks dari gambar hanya dengan beberapa ketukan di HP atau beberapa klik di laptop.

Prompt Salin teks dari gambar

text
Halo ChatGPT, aku mau ambil teks dari gambar ini. Tolong salin semua teksnya ya, tanpa ubah atau koreksi.

Prompt Salin + rapikan teks

text
ChatGPT, tolong salin teks dari gambar ini, tapi sambil dirapikan formatnya biar enak dibaca. Jangan ubah isi, cuma rapiin spasi, tanda baca, dan paragraf.

Prompt Salin + cek typo sederhana

text
Aku mau ambil teks dari gambar ini, tolong salin semua tulisannya, lalu bantu cek apakah ada typo yang jelas banget supaya aku bisa koreksi nanti.

Prompt Ambil poin penting aja

text
ChatGPT, dari gambar ini, tolong salin bagian poin-poin penting atau kalimat utama aja ya. Nggak perlu semua detail kecil.

Prompt Salin + ubah jadi bullet point

text
Tolong salin isi teks dari gambar ini, tapi susun ulang jadi bentuk bullet point biar aku gampang bacanya.

Prompt Ambil teks + buat versi singkatnya

text
Ambil teks dari gambar ini, lalu bikin versi ringkasnya, cukup intinya aja dalam beberapa kalimat.

Prompt untuk rapihin hasil OCR yang berantakan

text
ChatGPT, ini hasil teks dari OCR yang agak acak-acakan. Tolong rapihin formatnya: perbaiki spasi, tanda baca, hapus karakter aneh, dan bikin paragrafnya jelas.

Prompt untuk bikin summary dokumen

text
Dari teks ini (hasil salinan gambar), tolong buatin ringkasan poin-poin utamanya supaya aku bisa kasih versi singkat ke klien.

Prompt untuk cek typo & kesalahan umum

text
Tolong cek teks ini untuk typo sederhana, misalnya salah ketik, spasi dobel, atau huruf yang salah. Tandai atau koreksi yang ketemu.

Prompt untuk bikin email ke klien

text
ChatGPT, tolong bikinin draft email ke klien untuk ngirim hasil copy dokumen. Nada profesional tapi ramah, kasih tahu file terlampir, dan minta konfirmasi kalau ada revisi.

Prompt untuk bikin caption promosi

text
Tolong bikinin beberapa caption Instagram/TikTok catchy buat promosi jasa copy dokumen dari gambar. Targetnya mahasiswa dan pelaku usaha kecil, gaya santai tapi meyakinkan.

Prompt untuk bikin daftar harga layanan

text
Tolong bantu buat daftar harga jasa copy dokumen dari gambar, dengan paket hemat, paket standar, dan paket premium. Sertakan deskripsi singkat tiap paket.

Prompt untuk bikin template follow-up klien

text
ChatGPT, tolong bikinin template chat atau email buat follow-up klien yang belum balas atau belum konfirmasi revisi. Tetap sopan dan nggak maksa.

Teknologi OCR telah merevolusi cara kita berinteraksi dengan informasi visual. Baik untuk digitalisasi arsip lama, mempercepat pekerjaan kantor, membantu tugas kuliah, atau sekadar salin tulisan dari foto resep masakan, manfaatnya sangat nyata: hemat waktu, hemat tenaga, dan membuat data jadi lebih hidup.

Dengan berbagai metode yang sudah kita bahas, mulai dari Google Lens, Live Text, Google Docs, hingga software profesional, tidak ada lagi alasan untuk menghabiskan waktu berharga untuk mengetik ulang. Manfaatkan teknologi ini untuk jadi lebih produktif!

Selanjutnya : Digital Marketing Plan: Cara Jitu Menyusun Strategi Efektif

Table of Contents