OpenAI adalah perusahaan teknologi yang mengembangkan kecerdasan buatan canggih untuk membantu manusia bekerja lebih efisien.

OpenAI: Inovasi Kecerdasan Buatan yang Mengubah Dunia Digital

Produk populernya, ChatGPT OpenAI, mampu memahami dan merespons bahasa alami dengan akurasi tinggi. Melalui platform Chat OpenAI, pengguna dapat berinteraksi langsung dengan AI untuk menulis, menerjemahkan, hingga membuat ide kreatif.

Kini, OpenAI juga hadir dalam versi OpenAI Android, memudahkan pengguna mengakses kecerdasan buatan langsung dari ponsel mereka.

Dengan teknologi inovatif ini, OpenAI terus menjadi pionir dalam perkembangan AI generatif dan transformasi digital di seluruh dunia.

GPTs custom: Cara Mudah Membuat Asisten AI Pribadimu

GPTs custom

Pelajari semua tentang GPTs custom! Panduan lengkap membuat custom GPT tanpa coding menggunakan GPT builder, dari instruksi khusus hingga monetisasi di GPT Store. GPTs custom: Panduan Lengkap Bikin Asisten AI Sendiri Pernah nggak sih, lagi asyik pakai ChatGPT, tapi rasanya ada yang kurang ‘pas’? Misalnya, kita harus jelasin berulang-ulang kita maunya gaya bahasa A, format B, dan jangan pernah sebut kata C. Agak repot, ya? Nah, gimana kalau ada cara bikin versi ChatGPT yang khusus dibuat untuk kita? Yang sudah hafal mati semua aturan main kita? Kabar baiknya, itu sekarang jadi kenyataan. Selamat datang di era GPTs custom! Di artikel ini, kita bakal kupas tuntas seluk-beluk GPTs custom. Mulai dari apa itu sebenarnya, kenapa ini jadi gebrakan besar, sampai gimana cara kita, orang biasa, bisa membuat custom GPT sendiri tanpa perlu jadi jagoan coding. Ini bukan cuma mainan baru, tapi alat super canggih yang bisa mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berkreasi. Yuk, kita bedah bareng-bareng!   Apa Sih Sebenarnya GPTs custom Itu? Jadi, gampangnya gini: Anggap saja ChatGPT standar itu kayak koki di restoran besar yang bisa masak apa aja, tapi rasanya standar. Nah, GPTs custom itu kayak kita nyewa koki pribadi. Kita bisa kasih dia resep rahasia keluarga, suruh dia masak pakai gaya spesifik (misalnya, “selalu rendah garam, tinggi protein”), dan dia bakal ingat selamanya. GPTs custom adalah versi spesialis dari model AI generalis (seperti GPT-4). Kita bisa “melatih” mereka, bukan dengan coding rumit, tapi dengan instruksi bahasa manusia, data tambahan, dan kemampuan khusus. Tujuannya? Untuk bikin asisten AI yang jago banget di satu bidang spesifik. Misalnya, kita bisa bikin custom GPT yang jago nulis skrip video YouTube dengan gaya kita, atau custom GPT yang hafal semua menu dan promo di kafe kita untuk bantu jawab pertanyaan pelanggan. Keren, kan? Semuanya dibuat pakai alat yang namanya GPT builder, yang bakal kita bahas nanti.   Kenapa Kita Perlu GPTs custom? Mungkin ada yang mikir, “Ah, paling cuma gimmick.” Eits, tunggu dulu. Dampak dari GPTs custom ini jauh lebih besar dari yang kelihatan di permukaan. Ini bukan cuma soal kenyamanan, tapi soal pergeseran fundamental dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi. Ini adalah langkah besar menuju AI yang benar-benar personal dan bermanfaat di level mikro. Sebelumnya, kita cuma bisa pakai AI yang dibuat perusahaan besar. Sekarang, kita bisa bikin AI kita sendiri. Personalisasi AI di Level Berikutnya Dulu, kita punya “Custom Instructions” di ChatGPT, yang sudah lumayan bantu. Tapi GPTs custom membawanya ke level dewa. Kita nggak cuma ngasih instruksi dasar, tapi kita bisa ngasih “kepribadian” utuh. Kita bisa tentukan perannya (misalnya, “kamu adalah editor buku yang sinis tapi jenius”), tujuannya, dan batasan-batasannya. Personalisasi ini bikin interaksinya jauh lebih efisien. Kita nggak perlu lagi copy-paste prompt panjang yang sama setiap kali mau mulai obrolan baru. GPTs custom kita sudah “siap tempur” begitu kita buka. Ini menghemat waktu dan, jujur aja, bikin prosesnya jauh lebih menyenangkan. Meningkatkan Produktivitas Kerja Sehari-hari Di sinilah letak ’emas’-nya buat banyak orang. Bayangkan alur kerja (workflow) yang sering kita ulang. Misalnya, setiap hari Jumat kita harus bikin laporan mingguan dari data mentah, lalu ubah jadi poin-poin slide presentasi, terus bikin draf email untuk dikirim ke bos. Itu bisa tiga sampai empat langkah beda. Dengan GPTs custom, kita bisa bikin satu asisten bernama “Asisten Laporan Jumat”. Kita tinggal unggah data mentahnya, dan dia langsung memproses semuanya sesuai format yang sudah kita ajarkan. Produktivitas meroket! GPTs custom bisa jadi spesialis untuk tugas-tugas mikro yang menyita waktu, membebaskan kita untuk fokus ke hal-hal strategis. Demokratisasi Pembuatan AI (No Code!) Ini bagian paling revolusioner. Dulu, bikin aplikasi AI butuh tim engineer, data scientist, dan modal besar. Sekarang? Cukup langganan ChatGPT Plus. OpenAI merancang GPT builder sebagai platform no code (tanpa coding). Siapa pun yang bisa ngobrol, bisa bikin AI. Tentu, ada bagian teknis untuk fitur advanced (yang kita sebut ‘Actions’), tapi untuk 90% kebutuhan, semuanya bisa dilakukan lewat percakapan. Mau bikin AI analis SEO? Tinggal bilang, “Kita mau bikin AI yang bisa analisis artikel, kasih skor SEO, dan saran perbaikan.” Ini membuka pintu bagi jutaan ide kreatif yang sebelumnya terhalang tembok teknis.   Membongkar Anatomi sebuah custom GPT Sebelum kita loncat ke cara membuat custom GPT, kita perlu kenalan dulu sama “onderdil” utamanya. Apa aja sih yang bikin sebuah GPTs custom itu pintar dan spesifik? Pada dasarnya, ada tiga komponen utama yang bekerja sama. Ketiga komponen ini ada di dalam antarmuka GPT builder. Memahami fungsi masing-masing adalah kunci untuk menciptakan custom GPT yang benar-benar kuat dan sesuai harapan. Instruksi Khusus (Custom Instructions): Sang Otak Ini adalah inti dari GPTs custom. ‘Instructions’ adalah tempat kita menanamkan kepribadian, aturan main, dan arahan utama. Ini adalah prompt super yang selalu aktif di latar belakang setiap kali kita ngobrol sama custom GPT kita. Di sinilah kita menulis hal-hal seperti: “Kamu adalah ‘Pakar SEO Santuy’. Kamu selalu menganalisis teks dari sudut pandang SEO On-Page. Gunakan bahasa yang santai, hindari jargon korporat. Selalu berikan jawaban dalam format bullet points.” Instruksi yang jelas dan detail di sini adalah 90% kunci sukses membuat custom GPT. Basis Pengetahuan (Knowledge Base): Perpustakaan Pribadi Nah, kalau ‘Instructions’ itu otaknya, ‘Knowledge’ ini adalah perpustakaannya. Ini adalah fitur paling kuat. Kita bisa mengunggah file (seperti PDF, TXT, CSV, dokumen) yang berisi informasi spesifik yang nggak ada di internet atau di luar data pelatihan umum si AI. Misalnya, kita mau bikin GPTs custom untuk customer service. Kita bisa unggah manual produk, daftar FAQ, dan kebijakan garansi perusahaan kita. Saat ada yang bertanya, AI akan mencari jawaban di dalam file-file yang kita berikan itu. Ini disebut Retrieval-Augmented Generation (RAG). AI jadi pintar karena “membaca” buku contekan yang kita kasih. Actions (Tindakan): Tangan dan Kaki AI Ini adalah komponen paling canggih dan satu-satunya yang mungkin butuh sedikit pemahaman teknis. ‘Actions’ memungkinkan GPTs custom kita berinteraksi dengan dunia luar. Maksudnya? Dia bisa mengambil data real-time dari internet atau terhubung ke aplikasi lain melalui API (Application Programming Interface). Contoh sederhana, kita bisa menghubungkan GPTs custom kita ke API cuaca. Jadi, dia bisa kasih info cuaca terbaru. Contoh rumit, kita bisa hubungkan ke Google Calendar untuk menjadwalkan rapat, atau … Read more

Sora AI: Masa Depan Video Generatif dari OpenAI Ada di Sini

Sora AI

Penasaran dengan Sora AI dari OpenAI? Pelajari cara kerja, dampak revolusioner, dan potensi teknologi text-to-video yang akan mengubah industri kreatif selamanya. Sora AI: Revolusi Video Dimulai, Teks Jadi Sinema Nyata! Bayangin aja, kamu cuma perlu nulis beberapa kalimat deskriptif, terus boom, sebuah video keren dengan kualitas tinggi, sinematik, dan super realistis langsung muncul di depan mata. Bukan lagi adegan dari film fiksi ilmiah, ini udah jadi realita baru berkat teknologi bernama Sora AI. Kehadirannya langsung bikin heboh dunia teknologi sekaligus industri kreatif. Ini jelas bukan sekadar update kecil, tapi sebuah lompatan besar dalam ranah kecerdasan buatan. Kami akan mengajak kamu menyelam lebih dalam ke dunia Sora AI. Kita akan kupas tuntas, mulai dari apa itu sebenarnya, bagaimana cara kerjanya yang ajaib, hingga dampak besar yang mungkin ditimbulkannya. Entah kamu seorang pembuat konten, sineas, marketer, atau sekadar penggemar teknologi, ngerti soal Sora AI adalah kunci biar nggak ketinggalan di era baru produksi konten visual yang udah di depan mata. Siap? Yuk kita mulai petualangan ini.   Membedah Keajaiban: Apa Itu Sora AI Sebenarnya? Jadi, apa sih Sora AI ini? Secara sederhana, Sora AI adalah model kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh OpenAI, perusahaan yang juga melahirkan ChatGPT dan DALL-E. Kemampuan utamanya adalah mengubah instruksi teks (text prompt) menjadi klip video yang koheren, detail, dan realistis. Kamu bisa memintanya membuat video “seekor anjing golden retriever bermain di tumpukan salju”, dan ia akan menghasilkannya dengan visual yang menakjubkan. Model ini dirancang untuk memahami tidak hanya objek dan karakter dalam perintahmu, tetapi juga bagaimana hal-hal tersebut seharusnya bergerak dan berinteraksi di dunia fisik. Inilah yang membuatnya terasa begitu nyata dan berbeda dari generator video AI sebelumnya. Sora AI tidak sekadar menempelkan gambar bergerak, ia mencoba mensimulasikan sepotong kecil dari realitas berdasarkan pemahaman mendalam dari data yang telah dipelajarinya. Dari Teks Sederhana Menjadi Dunia Visual Kekuatan utama Sora AI terletak pada kemampuannya menerjemahkan bahasa manusia yang penuh nuansa menjadi adegan visual yang dinamis. Kamu bisa memberikan perintah yang sangat spesifik, misalnya “seorang wanita berjalan di jalanan Tokyo yang basah oleh hujan neon di malam hari”, dan Sora AI akan berusaha menangkap setiap detailnya. Mulai dari pantulan cahaya neon di genangan air, ekspresi wanita tersebut, hingga suasana kota yang sibuk. Proses ini menunjukkan betapa canggihnya pemahaman bahasa alami (Natural Language Processing) yang dimiliki oleh model ini. Ia mampu mengurai permintaan kompleks menjadi elemen-elemen visual yang harus ada di dalam video. Ini membuka pintu bagi para kreator untuk bereksperimen dengan ide-ide liar yang sebelumnya mungkin terlalu mahal atau bahkan mustahil untuk diproduksi. Siapa di Balik Lahirnya Teknologi Canggih Ini? Seperti yang disebutkan sebelumnya, OpenAI adalah otak di balik pengembangan Sora AI. Perusahaan riset dan pengembangan AI ini secara konsisten mendorong batas-batas dari apa yang bisa dilakukan oleh mesin. Dengan rekam jejak yang solid melalui produk seperti GPT-4 (mesin di balik ChatGPT) dan DALL-E 3 (generator gambar dari teks), kehadiran Sora AI adalah evolusi yang logis. Tim di OpenAI membangun Sora AI dengan tujuan untuk menciptakan model AI yang dapat memahami dan mensimulasikan dunia fisik dalam gerakan. Tujuan jangka panjangnya adalah melatih AI untuk membantu manusia memecahkan masalah yang memerlukan interaksi di dunia nyata. Jadi, Sora AI bukan hanya alat untuk membuat video keren, tetapi juga sebuah langkah penting dalam penelitian kecerdasan buatan yang lebih luas. Bukan Sekadar Video, Tapi Simulasi Dunia Salah satu hal yang membuat Sora AI begitu istimewa adalah kemampuannya menghasilkan video yang menunjukkan pemahaman terhadap hukum fisika dasar. Misalnya, jika sebuah karakter makan kue, akan ada bekas gigitan di kue tersebut. Atau jika sebuah bola dijatuhkan, ia akan memantul dengan cara yang wajar. Kemampuan ini disebut sebagai world simulation. Meskipun belum sempurna, kemampuan ini adalah pembeda utama. Model ini tidak hanya “tahu” seperti apa rupa sebuah objek, tetapi juga “memahami” bagaimana objek itu seharusnya berperilaku. Ini membuat video yang dihasilkan tidak hanya indah secara visual, tetapi juga logis dan konsisten secara naratif, bahkan tanpa instruksi eksplisit mengenai fisika adegan tersebut.   Cara Kerja Sora AI: Mengintip Dapur Pacu Sang Jenius Penasaran gimana caranya sebuah teks bisa berubah jadi video secanggih itu? Meskipun detail teknisnya sangat kompleks, kita bisa mengintip konsep dasarnya dengan bahasa yang lebih santai. Cara kerja Sora AI adalah perpaduan brilian dari beberapa arsitektur AI yang sudah terbukti keandalannya, namun diterapkan dengan skala dan cara yang benar-benar baru. Intinya, Sora AI belajar dari sejumlah besar data video dan gambar untuk memahami hubungan antara deskripsi teks dan representasi visualnya. Proses ini memungkinkannya untuk menghasilkan piksel demi piksel, frame demi frame, hingga menjadi sebuah klip video yang utuh dan bergerak secara alami. Mari kita bedah beberapa komponen kuncinya. Arsitektur Transformer dan Model Difusi Dua pilar utama di balik Sora AI adalah arsitektur transformer dan diffusion model. Jika kamu familiar dengan ChatGPT, arsitektur transformer adalah teknologi dasar yang memungkinkannya memahami dan menghasilkan teks. OpenAI mengadaptasi arsitektur ini untuk data visual, memungkinkannya menangani hubungan jarak jauh dalam video, baik dari segi waktu maupun ruang. Sementara itu, diffusion model adalah teknik yang memulai proses pembuatan video dari sesuatu yang tampak seperti noise atau gambar acak. Secara bertahap, model ini “membersihkan” noise tersebut, lapis demi lapis, hingga gambar yang jernih dan sesuai dengan perintah teks muncul. Proses ini diulang untuk setiap frame, dengan memastikan adanya konsistensi antar frame. Konsep ‘Patch’ sebagai Kunci Konsistensi Video Untuk memproses data video yang sangat besar dan kompleks, Sora AI menggunakan pendekatan yang disebut patches. Bayangkan sebuah video dipecah menjadi kubus-kubus kecil ruang dan waktu. Kubus-kubus kecil inilah yang disebut patches. Model ini dilatih untuk memahami hubungan antar patches ini. Dengan cara ini, Sora AI dapat menangani video dengan berbagai durasi, resolusi, dan rasio aspek secara efisien. Pendekatan patches ini juga menjadi kunci mengapa objek dan karakter dalam video buatan Sora AI bisa tetap konsisten, bahkan ketika mereka menghilang sesaat dari pandangan kamera dan muncul kembali. Memahami Perintah Manusia dengan Luar Biasa Sama seperti DALL-E 3, Sora AI sangat bergantung pada pemahaman mendalam terhadap perintah teks yang diberikan pengguna. Ia menggunakan teknik yang sama canggihnya untuk memastikan bahwa video yang dihasilkan benar-benar mencerminkan detail dan nuansa yang diminta dalam prompt. Semakin deskriptif dan … Read more

OpenAI: Mengenal GPT-4, ChatGPT, dan Masa Depan AI

OpenAI

Penasaran apa itu OpenAI? Selami dunia kecerdasan buatan, dari sejarah GPT-4 dan ChatGPT hingga visi AGI. Pahami cara kerja dan dampak teknologi AI yang mengubah dunia kita. OpenAI: Mengungkap Teknologi di Balik Keajaiban AI Modern Pernahkah kamu bertanya-tanya, siapa sih dalang di balik kecanggihan ChatGPT yang bisa menjawab hampir semua pertanyaanmu? Atau mungkin kamu terpukau melihat gambar-gambar keren yang dibuat hanya dari teks? Jawabannya mengarah pada satu nama besar di dunia teknologi saat ini: OpenAI. Organisasi ini bukan sekadar perusahaan teknologi biasa, melainkan laboratorium riset kecerdasan buatan yang misinya sangat ambisius, yaitu memastikan artificial general intelligence (AGI) atau AI super cerdas bisa bermanfaat bagi seluruh umat manusia. Kita akan ngobrol santai dan mengupas tuntas segala hal tentang OpenAI, mulai dari sejarahnya yang unik, produk-produk fenomenalnya, hingga dampaknya yang luar biasa pada kehidupan kita.   Membongkar Sejarah Berdirinya OpenAI Kisah OpenAI tidak dimulai seperti perusahaan teknologi pada umumnya yang fokus mengejar keuntungan. Perjalanannya penuh dengan idealisme, perubahan besar, dan tentu saja, kontroversi. Memahami sejarahnya akan memberi kita gambaran lebih jelas tentang visi dan arah perusahaan ini di masa depan. Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah ide besar berevolusi menjadi kekuatan yang diperhitungkan di panggung global. Dari Misi Mulia Menuju Raksasa Teknologi Pada awalnya, di tahun 2015, OpenAI didirikan sebagai organisasi nirlaba (non-profit). Para pendirinya adalah nama-nama besar di Silicon Valley, termasuk Sam Altman, Elon Musk, Greg Brockman, Ilya Sutskever, dan Wojciech Zaremba. Misi awal mereka sangat mulia, yaitu mengembangkan AI secara terbuka dan aman, tanpa tekanan komersial yang bisa membahayakan umat manusia. Mereka khawatir jika perusahaan raksasa atau pemerintah membangun AGI secara diam-diam, hasilnya bisa menjadi malapetaka. Oleh karena itu, keterbukaan riset menjadi prinsip utama mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, para pendiri menyadari satu hal penting. Riset AI, terutama untuk model skala besar, membutuhkan biaya yang sangat-sangat mahal. Biaya untuk komputasi dan talenta ahli meroket ke angka miliaran dolar. Kondisi ini membuat model nirlaba murni menjadi tidak berkelanjutan untuk bersaing. Inilah titik balik yang mengubah jalan sejarah OpenAI. Mereka harus mencari cara untuk mendapatkan pendanaan masif tanpa harus mengorbankan misi utama mereka sepenuhnya. Evolusi Model Bisnis dan Kontroversinya Untuk mengatasi tantangan pendanaan, pada tahun 2019, OpenAI melakukan restrukturisasi besar. Mereka menciptakan entitas baru bernama OpenAI LP, sebuah perusahaan “capped-profit” atau laba terbatas. Artinya, investor bisa mendapatkan keuntungan, tetapi keuntungan tersebut dibatasi hingga batas tertentu. Sisa keuntungan yang melebihi batas akan dikembalikan ke organisasi nirlaba OpenAI untuk mendanai riset demi kemanusiaan. Model bisnis hibrida ini dianggap sebagai jalan tengah yang cerdas. Langkah ini membuka pintu bagi investasi raksasa. Microsoft melihat peluang emas dan menginvestasikan miliaran dolar ke OpenAI, memberikan mereka akses eksklusif ke sumber daya komputasi cloud Azure. Kemitraan strategis ini menjadi bahan bakar yang melesatkan riset OpenAI ke level yang belum pernah ada sebelumnya. Namun, perubahan ini juga menuai kritik. Beberapa pihak, termasuk salah satu pendirinya, Elon Musk, khawatir bahwa pergeseran ini menjauhkan OpenAI dari semangat keterbukaan awalnya dan membuatnya lebih rentan terhadap tekanan komersial dari para investornya. Tonggak Penting dalam Perjalanan OpenAI Perjalanan OpenAI diwarnai oleh serangkaian terobosan teknologi yang mengguncang dunia. Dimulai dengan perilisan model GPT-2 pada 2019 yang kemampuannya menghasilkan teks begitu meyakinkan hingga sempat dianggap “terlalu berbahaya” untuk dirilis sepenuhnya ke publik. Kekhawatiran ini menjadi penanda awal diskusi global tentang potensi penyalahgunaan teknologi AI generatif. Kemudian, pada tahun 2020, mereka meluncurkan GPT-3, sebuah lompatan kuantum dalam pemahaman dan generasi bahasa. GPT-3 menjadi fondasi bagi banyak aplikasi AI dan membuka aksesnya melalui API (Application Programming Interface). Di tahun 2021, OpenAI kembali membuat gebrakan dengan DALL-E, sebuah model yang bisa menciptakan gambar dari deskripsi teks. Puncaknya terjadi pada akhir 2022 dengan peluncuran ChatGPT, chatbot yang membuat teknologi AI canggih bisa diakses dan digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia, mengubah cara kita bekerja, belajar, dan berkreasi.   Mengenal Produk Unggulan dari OpenAI Kalau dengar nama OpenAI, kebanyakan orang langsung ingat ChatGPT. Wajar banget, soalnya ini memang produk paling populer. Tapi di balik ChatGPT, ada ekosistem teknologi keren yang jauh lebih luas. Yuk, kenalan sama beberapa produk dan teknologi inti yang jadi tulang punggung inovasi OpenAI. GPT (Generative Pre-trained Transformer): Otak di Balik Teks Cerdas GPT itu inti dari hampir semua produk bahasa buatan OpenAI. Singkatannya Generative Pre-trained Transformer, yaitu jenis arsitektur neural network canggih. Gampangnya, GPT adalah Large Language Model (LLM) atau model bahasa raksasa yang dilatih pakai triliunan kata dari internet. Tujuannya biar bisa ngerti konteks, grammar, nuansa, sampai pengetahuan umum yang ada di teks. Proses “pre-trained” artinya model ini udah “belajar” tentang dunia lewat data masif sebelum dipakai buat tugas tertentu. Setiap generasi GPT, dari GPT-3, GPT-3.5, sampai GPT-4, terus nunjukin peningkatan drastis dalam penalaran, problem solving, dan pemahaman konteks rumit. GPT-4 misalnya, nggak cuma lebih jago bahasa, tapi juga bisa proses input teks sekaligus gambar (multimodal). ChatGPT: Revolusi Komunikasi Manusia dan Mesin Kalau GPT itu otaknya, ChatGPT bisa dibilang wajahnya. ChatGPT adalah aplikasi yang dibangun di atas GPT, dirancang buat percakapan interaktif. OpenAI ngelatihnya pakai teknik Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF), jadi ada masukan manusia biar jawaban AI lebih aman, relevan, dan sesuai harapan pengguna. Hadirnya ChatGPT bikin akses AI jadi lebih merata. Siapa aja—mulai pelajar, penulis, programmer, sampai profesional marketing—bisa pakai buat macam-macam hal. Dari nulis email, bikin draf artikel, nerjemahin bahasa, sampai bantu coding. Versi gratisnya udah oke, sementara ChatGPT Plus ngasih akses ke model lebih canggih (GPT-4), respons lebih cepat, dan fitur-fitur tambahan. DALL-E 2 dan Sora: Saat AI Jadi Seniman Visual Inovasi OpenAI nggak cuma berhenti di teks. DALL-E 2 adalah model AI yang bisa bikin gambar dan karya seni fotorealistik dari deskripsi bahasa alami. Tinggal ketik, “seekor astronot naik kuda di luar angkasa dengan gaya surealis,” dan dalam hitungan detik, DALL-E 2 ngasih beberapa pilihan gambar keren. Teknologi ini buka peluang tanpa batas buat desainer, seniman, dan kreator konten. Baru-baru ini, OpenAI juga ngehebohin dunia lewat Sora, model text-to-video. Sora bisa bikin klip video pendek yang realistis dan konsisten cuma dari beberapa kalimat deskripsi. Kemampuannya nyimulasikan dunia fisik, jaga konsistensi objek, dan bikin gerakan sinematik nunjukin lompatan gede berikutnya di AI generatif. Teknologi ini berpotensi ngerevolusi film, iklan, sampai … Read more